Call Now On 02129042694 or Contact Us

CLEANING & SANITIZING PROGRAM DI INDUSTRI PANGAN MENGACU ISO TS 22002 1

Posting Date: 04 MEI 2021
CLEANING & SANITIZING PROGRAM DI INDUSTRI PANGAN MENGACU ISO TS 22002 1

Industri pangan tentunya harus dapat menjamin keamanan pangan yang diproduksi agar produk pangan dapat dikonsumsi secara aman dan tidak membahayakan kesehatan konsumen, oleh karena itu industri pangan memiliki acuan terkait keamanan pangan yang tertuang pada ISO TS 22002-1. ISO 22002-1 adalah standar yang dikembangkan oleh International Organization for Standardization yang berhubungan tentang persyaratan sistem keamanan pangan, ISO TS 22002-1 hanya berlaku untuk produsen makanan yang berisi tentang persyaratan dan aturan untuk Industri pangan dalam menangani ataupun mengendalikan bahaya keamanan pangan. Spesifikasi Teknis ini menentukan persyaratan untuk menetapkan, menerapkan, dan memelihara program prasyarat (prerequisite program ; PRP) untuk membantu mengendalikan bahaya keamanan pangan. ISO 22002-1 adalah standar yang terkenal dan diakui secara internasional. Sertifikasi terhadap standar ini meningkatkan reputasi organisasi dengan pelanggan, pemasok, investor, kelompok pengawas, dan pihak lain di seluruh dunia.

Peran Penting Cleaning Sanitizing Program

Prosedur pembersihan dan sanitasi termasuk ke dalam ruang lingkup ISOTS 22002-1, pembersihan dan sanitasi memiliki peran penting dalam menjaga keamanan pangan terutama yang kontak langsung dengan produk seperti peralatan dan mesin serta personel hygiene yang harus terjamin kebersihan dan bebas dari mikroba patogen. Program harus menentukan objek yang akan dibersihkan (termasuk saluran), tanggung jawab, metode pembersihan (misalnya CIP, COP), periodik pembersihan (daily/weekly/monthly), penggunaan alat pembersih khusus, penghapusan atau persyaratan pembongkaran dan metode untuk memverifikasi efektivitas pembersihan. Dengan adanya cleaning sanitizing program maka kegiatan pembersihan dan sanitasi dapat terjadwal dengan teratur, tersusun dengan baik untuk personel yang bertanggung jawab, area yang dibersihkan serta jadwal pengecekkan hasil kerja

Aspek yang Diperhatikan dalam Menyusun Cleaning dan Sanitizing Program

Program pembersihan dan/atau sanitasi harus menentukan;

  • Tingkat resiko produk yang dihasilkan
  • Demarkasi area/zoning; Memperhatikan zona pada area, seringkali mendengar zonasi di area pabrik seperti zona putih, hijau dan merah yang paling umum ditemui. misal perubahan pakaian saat masuk atau keluar, tekanan udara positif, penggunaan alat pembersih.
  • Area serta peralatan yang akan dibersihkan
  • Lokasi penempatan peralatan kebersihan; Peralatan harus tidak menghalangi akses untuk operasi, pembersihan, dan pemeliharaan.
  • Konstruksi bangunan dan design; Melihat konstruksi dan design bangunan untuk
  • Tanggung jawab atas tugas yang ditentukan
  • Metode pembersihan/sanitasi dengan mempertimbangkan konstruksi dan design bangunan agar dapat menentukan metode pembersihan apa yang akan digunakan apakah CIP, COP dengan wet cleaning atau dry cleaning serta alat yang akan digunakan.
  • Frekuensi pembersihan
  • Pengaturan pemantauan dan verifikasi
  • Pemeriksaan pasca bersih
  • Inspek sipre-start-up.

 

 

Penyusunan Master Cleaning Program Sesuai ISO TS 22002-1

Master cleaning program dibuat oleh pihak operational tim cleaning yang harus mendapat persetujuan dari department keamanan dan keselamatan kerja (QA/QHSE) sebagai acuan dalam pembersihan yang dilakukan di area, selain itu master cleaning program juga dapat berguna untuk mengontrol area secara keseluruhan seperti area yang sudah dibersihkan, bagian yang sudah dibersihkan oleh cleaner, jadwal pembersihan serta dapat diketahui area mana saja yang sudah dibersihkan karena pada master cleaning yang dibuat dalam bentuk form terdapat kolom checklist yang akan dichecklist/diisi oleh cleaner apabila area sudah selesai dibersihkan. Kegiatan cleaning yang dapat dilakukan oleh internal/ perusahaan tersebut meliputi pembersihan peralatan pabrik seperti mesin produksi (filling, mixing) sedangkan yang dibersihkan oleh pihak eksternal (outsourching) seperti sarana dan prasarana, lantai, langit-langit, halaman. Penyusunan master cleaning program antara pihak internal dan eksternal dibuat oleh masing-masing pihak yang bertanggung jawab. Pada pembuatan master cleaning program ada beberapa aspek yang diperhatikan dan ditentukan seperti:

  • Area dan RuangLingkup; Meliputiarea yang dibersihkan dengan item yang dibersihkan seperti dinding, lantai, hydran, stop kontak, rak, dll.
  • Periodik Pembersihan; Pembersihan periodic merupakan jadwal pembersihan area baik harian, mingguan ataupun bulanan
  • Pemantauan dan Verifikasi; Pada form master cleaning sudah tertera kolom untuk verifikasi dari petugas yang mengontrol pekerjaan cleaning di area sesuai dengan standart master cleaning.
  • Metode pembersihan; Menentukan metodepe mbersihan yang akan digunakan apakah pembersihan secara basah/wet cleaning, dry cleaning dan menentukan cara pembersihan baik secara Clean In Place maupun Clean Out Place
  • Alat; Alat yang digunakan untuk cleaning digunakan terpisah untuk area dalam maupun luar agar tidak terjadi kontaminasi silang
  • Chemical; Chemical yang digunakan harus sesuai dengan dosis penggunaan serta dipastikan bersifat non allergen dan food grade dan disimpan pada tempat yang aman.
  • Personel Hygiene; Tercantum personel yang bertanggung jawab terhadap area tertentu dan apabila ada suatu keluhan dapat disampaikan kepada personel tersebut

Evaluasi Efektivitas Cleaning Program

Program pembersihan dan sanitasi harus dipantau pada frekuensi yang ditentukan oleh Industri untuk memastikan kesesuaian dan efektivitasnya yang berkelanjutan.Kegiatan evaluasi biasanya dilakukan  oleh leader (daily rutin) di area dan oleh QC Cleaning Sanitasi secara berkala. Hasil temuan dari QC dilaporkan kepada leader dan tim Cleaning area untuk dilakukan Follow Up terhadap temuan dari QC. Adapun kegiatan evaluasi cleaning dan sanitasi dapat dilakukan dengan:

  1. Evaluasi kesesuaian penggunaan chemical di area serta evaluasi personel terkait penggunaan dosis chemical
  2. Evaluasi cleaning dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti; pengecekkan secara visual hasil dari cleaning, kesesuaian metode cleaning dengan area yang dibersihkan
  3. Evaluasi Personel Hygiene; meliputi penampilan seperti pakaian kerja, penggunaan APD, grooming serta kesehatan personel
  4. Melakukan Evaluasi Hasil Sanitizing dapat dilakukan dengan pengujian mikroba pada area yang telah dibersihkan

Apabila terdapat ketidaksesuaian dengan master cleaning program dari hasil pembersihan yang dilakukan di area, hal tersebut tentunya akan menjadi catatan dari tim yang mengevaluasi kepada tim cleaning di area. Hasil evaluasi yang dilakukan akan menghasilkan perbaikan pada program cleaning terkait kendala di area saat pembersihan, personel, dll.

 

Sumber:  Technical Spesification ISO TS 22002-1:2009